… continue reading this entry.
Penguasa
Gelak Tawa
Kekuatan
Iblis
Dunia
Prihatin
Resolusi
Bantuan
Keselamatan
Darah
Jasad
Tangis
Panik
Mati

Dalam pendidikan, tercermin kerasnya kehidupan dalam memperoleh suatu prestasi dimana kesungguhan dalam belajar dengan keras sangat menentukan.
Dalam pekerjaan, mulai dari mencari pekerjaan sampai dengna meningkatkan prestasi kerja dibuthkan kerja keras dan kesabaran.
Hidup dan “Kekerasan” tidak akan pernah bisa dipisahkan. Kapanpun dan dimanapun. Coba kita fikirkan dimana tidak ada kata “keras” dalam kehidupan. Tergantung sudut pandang masing-masing orang melihatnya.
Setiap orang pasti pernah mengatakannya…
Penuh makna…
Untuk apa?
Kesalahan?
Penyesalan?
Kerendahan hati?
Mungkin untuk segalanya…
Sorry…
Aku tidak mengerti…
Sorry…
Untuk Segala yang tidak aku mengerti…

Aku tekankan padanya aku bukan orang yang bisa dengan gamblang mengungkapkan perasaan lewat kata-kata. Aku menjalankan apa yang aku rasakan dan kata hatiku yang menuntunku.
Tapi apa yang membuatnya selalu bertanya “Apakah kamu benar-benar mencintaiku? Kenapa? Apakah kamu serius denganku? Kenapa?” Hubungan yang kami jalani selama 7 tahun,,, aku tidak bisa berkata apa-apa…
Ketakutannya akan pergaulan aku dengan teman-teman mungkin membuatnya seperti itu. Aku mengerti. Tapi tidak bisakah dia mempercaiku? Setiap saat aku sadar jika aku telah mempunyai pasangan yang akan menjadi pendampingku. Tidak ada niat dibenakku untuk “bermain-main” di luar sana.
Apa yang aku jalani dengan dia sebagai pasangan dan aku jalani dengan teman-teman aku jauh berbeda. Keduanya memiliki posisi yang berbeda. Tapi kenapa harus karena teman-teman. Aku tidak akan terjerumus kepada ha-hal yang dapat merusak hubungan aku dengan dia. Jikalaupun semua laki-laki di dunia ini melakukan “hal-hal yang aneh”. Aku tetap ada untuk dia…
Aku berharap dia tahu kesungguhanku padanya. Sekarang dan untuk selanjutnya…