Tatapan Mata Pagi Itu

Tatapan mata itu begitu sayu ketika pandangan kami bertemu. Hari itu masih sangat pagi. Dan udara terasa sangat dingin hingga terasa ke sumsum tulang.

Terduduk dia di tepi jembatan. Dipeluknya erat anaknya seolah ingin menghangatkan tubuhnya. Entah siapa atau apa yang mereka tunggu di pagi buta itu.

Iba. Itulah yang aku rasakan ketika melihat mereka. Tatapan itu seolah-olah menyiratkan beban hidup yang amat berat. Beban yang akan semakin berat di pundak mereka. Hingga suatu saat nanti mereka tidak akan sanggup untuk berdiri menyongsong hari yang tidak menjadi lebih baik.

Advertisement

6 Comments »

  1. Alif Said:

    Permisi…izin komentar ya.., terima kasih bacaannya.

    • icekiddie Said:

      Silahkan disimak…Terima kasih atas kunjungannya….

  2. orange float Said:

    jangan putus asa gitu, bersemangatlah bu…

    • icekiddie Said:

      Bukan ibu…tapi bapak…

  3. nanzzzcy Said:

    heii.. pemandangan seperti ini selalu mengingatkan kita untuk selalu bersyukur bahwa masih banyak orang diluar sana yang tidak seberuntung kita.. jadilah berkat buat mereka.. :)

    • icekiddie Said:

      Tapi mungkin kita jauh lebih tidak beruntung….


{ RSS feed for comments on this post} · { TrackBack URI }

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.