Tatapan mata itu begitu sayu ketika pandangan kami bertemu. Hari itu masih sangat pagi. Dan udara terasa sangat dingin hingga terasa ke sumsum tulang.
Terduduk dia di tepi jembatan. Dipeluknya erat anaknya seolah ingin menghangatkan tubuhnya. Entah siapa atau apa yang mereka tunggu di pagi buta itu.
Iba. Itulah yang aku rasakan ketika melihat mereka. Tatapan itu seolah-olah menyiratkan beban hidup yang amat berat. Beban yang akan semakin berat di pundak mereka. Hingga suatu saat nanti mereka tidak akan sanggup untuk berdiri menyongsong hari yang tidak menjadi lebih baik.
Alif Said:
on March 19, 2011 at 4:46 pm
Permisi…izin komentar ya.., terima kasih bacaannya.
icekiddie Said:
on March 19, 2011 at 5:56 pm
Silahkan disimak…Terima kasih atas kunjungannya….
orange float Said:
on March 19, 2011 at 7:44 pm
jangan putus asa gitu, bersemangatlah bu…
icekiddie Said:
on March 19, 2011 at 9:23 pm
Bukan ibu…tapi bapak…
nanzzzcy Said:
on March 20, 2011 at 9:00 pm
heii.. pemandangan seperti ini selalu mengingatkan kita untuk selalu bersyukur bahwa masih banyak orang diluar sana yang tidak seberuntung kita.. jadilah berkat buat mereka..
icekiddie Said:
on March 20, 2011 at 11:32 pm
Tapi mungkin kita jauh lebih tidak beruntung….