Waktu tanpa terasa berlalu dengan cepat. Sehari, seminggu, sebulan dan tahun berganti tanpa terasa. Semua karena aktivitas kehidupan. Hiruk pikuknya aktivitas membuat waktu berlalu begitu saja.
Seorang wanita renta berjalan di trotoar beton yang kokoh. Melangkah ke arahku dengan tertatih-tatih. Langkahnya menyiratkan umurnya yang telah uzur.
Dengan kaki yang terlilit sobekan plastik, langkah tertatih yang agak pincang terus mendekan ke arahku.
“Ke mana nek?”, tanyaku menyapa.
“Nenek mau menitipkan pepes ini untuk dijual.”, jawabnya ramah sambil menunjukkan tentengan kantong plastik yang dibawanya. “Anak mau?”, tawarnya kemudian. “Untuk ibu di rumah.”
“Ga usah nek, makasi banyak.”, tolakku halus. “Dijual saja dulu.”, lanjutku.
“Mari nak, nenek mau membawa ini dulu.” Dilanjutkan langkahnya yang renta melewatiku.
Aku mempersilakannya sambil memandangi langkahnya yang perlahan menjauh dariku.
“Anak menunggu siapa?”, tanya nenek setelah kembali dari menitipkan dagangannya.
“Tidak menunggu siapa nek, hanya duduk karna ga ada kerjaan.”, jawabku sambil tersenyum. “Duduk nek.”, tawarku kemudian sambil mempersilakan nenek untuk duduk di sebelahku.
“Nenek sebentar, mau memberi ternak nenek makan.”, sahutnya.
“Nenek masih beternak?”, tanyaku tidak percaya. Wajah keriput serta langkah yang renta membuat aku ragu akan apa yang dikatakan nenek tadi.
“Masih.”, jawabnya. “Nenek hanya bisa melakukan itu saja. Jika diam nenek malah tambah tua nanti. Hanya itu pekerjaan nenek sambil menunggu giliran nenek dipanggil.”, lanjutnya kemudian.
“Mari nak, nenek pulang dulu.”
Dilanjutkan langkahnya perlahan. Tampak lalat beterbangan di sekitar luka kakinya yang terlilit plastik. Lalat itu terbang tiap kali kaki sang nenek melangkah dan hinggap kembali saat kaki itu menginjakkan tanah.
Suatu saat mungkin aku dan semua akan mengalami masa pada saat seperti nenek itu. Masa dimana umur semakin tua.
Sudahkah kita menjalani hidup ini dan menemukan makna dari hidup ini? Pernahkah kita berpikir apa yang akan kita lakukan dihari tua nanti?
Aku hanya berharap aku bisa melewati hidup ini dan memaknainya dengan tetap berharap mengabdi untuk mereka.
Duniaku Said:
on May 20, 2010 at 10:53 pm
kadang kita lupa akan nikmat waktu muda yang telah diberikan kepada kita..
kdoank Said:
on May 31, 2010 at 3:58 pm
maknailah hidup semampu mungkin, berjalanlah sewajarnya dalam kehidupan,jangan terlalu terlena dengan kekayaan, kesehatan dan kesibukan, karena sekaya, sesehat dan sesibuk apapun nanti, saat malaikat maut menjemput, mau tidak mau kita harus ikut!!!
arnwa Said:
on June 2, 2010 at 1:15 pm
mungkin tak semua orang bisa bercermin, dari semua peristiwa yang terjadi, seorang nnenk tadi adalah contoh kecil sebuah realita hidup yang akan atau mungkin dialami bagi setiap insan di muka bumi ini, sudah sepantasnya kita mulai belajar makna/arti tetang hidup ini, harapan generasi kita mulai sadar dan mau belajar arti hidup.
HibiniuMeiJiku Said:
on September 12, 2010 at 2:59 am
Great story, semoga kita bisa mencontoh semangat hidup beliau!!
orange float Said:
on January 30, 2011 at 5:52 pm
semoga kita bisa mengisi hidup ini dengan hal kebaikan agar tak menyesal ketika dipanggil Nya
nawi Said:
on February 2, 2011 at 2:38 pm
salut ama perjuangan si nenek….. tapi aku sedih aja… kaki nenek itu yg luka cuma dililit pake plastik, klo aja aq ada di posisi anak tadi aq ingin sekali menawarkan diri untuk membersihkan n memperban luka itu dengan benar……. hiks… biar gak dikerubuti lalat….
icekiddie Said:
on February 2, 2011 at 2:58 pm
Begitulah hidup…coba kita sedikit bisa memperhatikan kehidupan orang-orang d sekitar kita…masih teramat banyak yang membuat kita mengelus dada….