Tatapan mata itu begitu sayu ketika pandangan kami bertemu. Hari itu masih sangat pagi. Dan udara terasa sangat dingin hingga terasa ke sumsum tulang.
Terduduk dia di tepi jembatan. Dipeluknya erat anaknya seolah ingin menghangatkan tubuhnya. Entah siapa atau apa yang mereka tunggu di pagi buta itu.
Iba. Itulah yang aku rasakan ketika melihat mereka. Tatapan itu seolah-olah menyiratkan beban hidup yang amat berat. Beban yang akan semakin berat di pundak mereka. Hingga suatu saat nanti mereka tidak akan sanggup untuk berdiri menyongsong hari yang tidak menjadi lebih baik.





